Minggu, 11 Februari 2018

Tugas SISDAL/GIS 2018 Dosen Pengampu: Dr. Ir. Sudarto MS.

Rizka Lyztyanputri
155040207111021
kelas A

Sedimentasi Waduk Cacaban Tegal




KEDUNGBANTENG - Erosi yang terjadi di sejumlah desa menyebabkan sedimentasi di Waduk Cacaban Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal kian parah.
Kepala Desa Dermasuci Mulyanto mengatakan erosi tanah di daerah hulu seperti di desanya karena terbawa air sungai menyebabkan pendangkalan waduk yang mengurangi debit air.
"Erosi di desa-desa yang berada di daerah hulu Waduk Cacaban terus terjadi dan menyebabkan pendangkalan waduk,? tambah Mulyanto.
Mulyanto menjelaskan hal itu terjadi akibat penebangan liar. Sedimentasi juga disebabkan banyaknya lahan hijau yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian. Dari data yang dia peroleh, ada sekitar 150 hektare (ha) lahan hijau yang dijadikan lahan pertanian oleh warga.
Warga tidak mengetahui akibat yang terjadi ketika lahan dibuat pertanian. Mereka hanya berfikir keuntungan pribadi saja. Perlu ada pemberian informasi dari pihak terkait untuk revitalisasi lahan itu," tambah Mulyanto.
Mulyanto berpendapat, selama ini kawasan hulu kurang ada perhatian dari dinas terkait. Sumber masalah ada di daerah hulu, yang sering terjadi longsor.
Guru Besar Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Prof. Tri Jaka Kartana mengungkapkan, sedimentasi Waduk cacaban akan menjadi ancaman berlangsungnya pertanian di tiga kecamatan. Yaitu Kramat, Suradadi, dan Warureja.
"Pemerintah daerah harus segera bergerak memberdayakan warga Cacaban, melalui pengembangan daerah wisata dan yang lebih penting, menjaga fungsi Waduk Cacaban sebagai sumber irigasi," jelas Jaka. (siswandi/ima/zul).
Sumber: https://radartegal.com/berita-lokal/pimen-kiye-sedimentasi-waduk-cacaban-kian-parah.17318.html 
PENJELASAN
Berita tersebut terjadi pada tahun 2017. Sedimentasi terjadi di waduk Cacaban Tegal dimana sedimentasi terjadi akibat banyaknya alih fungsi lahan dari lahan hijau menjadi bangunan. Waduk ini berfungsi untuk mengairi sawah-sawah di sekitarnya namun juga berfungsi sebagai objek wisata. Waduk Cacaban yang merupakan hulu dari Sungai Cacaban. 
Laju sedimentasi pada Waduk Cacaban tergolong tinggi hal ini juga diakibatkan adanya penggundulan pada hilir sungai Cacaban. Oleh karena itu perlu diadakan penatagunaan lahan dan bangunan pengendali sedimen atau biasa disebut check dam.
Proses erosi dan sedimentasi sangat berpengaruh terhadap keseimbangan konfigurasi dasar sungai. Menurut Suwartha (2001), faktor pembentuk konfigurasi dasar sungai sangat dipengaruhi oleh kecepatan, lama pengaliran serta kedalaman aliran. Dengan mencermati material dasar dan kondisi aliran dapat memprediksi kemungkinan terjadinya sedimentasi dan erosi / gerusan di dasar sungai pada lokasi tertentu di alur sungai (Barunadri,2000).
Sedimentasi adalah proses pengendapan material yang terbawa oleh air, angin, maupun gletser. Pengendapan ini bisa terjadi di darat, laut, maupun sungai. Material yang terbawa merupakan material yang berasal dari pengikisan atau pelapukan. Proses sedimentasi pada waduk ini tergolong di Sedimentasi Aquatis. Sedimentasi Aquatis adalah sedimentasi yang dilakukan oleh air. Sedimentasi oleh air ini, membawa materi melalui aliran air. Proses ini mengandalkan kekuatan aliran air. Disaat aliran air kuat, maka materi akan terbawa, disaat aliran air melemah, maka materi akan mengendap didasar.